Kamis, 09 Mei 2013

Antrian Panjang Tak Ada Habisnya


BINTAN, TRIBUN – Sejumlah kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar solar  mengantri berjam-jam. Banyaknya pengguna solar roda empat, sehingga terjadi antrian panjang di Pertamina Kijang, Rabu(8/5).
Kelangkaan minyak solar telah terjadi dimana-mana. Hal ini sudah berlangsung tiga sampai empat  bulan belakangan ini. Pengguna solar merasa dirugikan karena pembelian minyak dibatasi. “Saya merasa dirugikan. Apalagi kita dibayar per trip, kalau ngantri minyaknya lama berarti trip yang didapatkan sedikit,“ujar supir lori, Yos(40).
“ Dalam pembelian bahan bakar, hanya minyak solar yang dibatasi,”ujar petugas. Penjualan minyak solar di pertamina ini bukan hanya pembeliannya saja yang dibatasi, namun waktu pembelian juga dibatasi sampai pukul 15.00 WIB setiap harinya.(yufi)

Kamis, 02 Mei 2013

Bahasa Indonesia Jiwaku, Bahasa Inggris Tubuhku




Hal itu diungkapkan mahasiswa semester 6 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bernama Nicky Vidia Marlyne yang disapa Nicky.
Nicky sangat menyukai  bahasa Inggris meskipun  sedang menjalani proses jenjang  pendidikan S1 bahasa Indonesia. “bahasa Indonesia memang jurusan saya, tapi tidak ada salahnya saya juga mempelajari bahasa asing agar bisa menguasai banyak bahasa,” Ungkap Nicky. Untuk berlatih menggunakan bahasa Inggris, Nicky mencoba berkomunikasi dengan turis asing, tamu ayahnya yang bekerja sebagai pemandu wisata.
“Kebetulan orangtua saya bekerja sebagai pemandu wisata, jadi dari situlah saya mencoba-coba berbicara bahasa Inggris sesuai dengan kemampuan yang saya miliki,” Ungkapnya lagi. Nicky pernah menjadi Interrogator (penanya atau pemeriksa) di salah satu tempat bimbel bahasa Inggris yang ada di Kota Tanjungpinang. Ia merasa senang karena ia disejajarkan menjadi interrogator bersama salah satu dosen UMRAH.
Tidak semua orang bisa berbicara bahasa Inggiris, namun gadis manis berjilbab ini tetap belajar dan berambisi untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Nicky yang memiliki tiga bersaudara ini mau berbagi ilmu dengan adik-adiknya serta teman-temannya yang ingin belajar berbicara bahasa Inggris. ”Ilmu itu jangan hanya ditanamkan didiri sendiri saja, tetapi sangat bermanfaat jika berbagi dengan orang lain,” Ujar Nicky.
Banyak orang yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu sangat mudah dibandingkan bahasa Inggris. Namun, gadis berumur 20 tahun ini tidak setuju dengan hal tersebut. Ia berpendapat bahwa tidak semudah itu untuk mengatakan kalau bahasa Indonesia itu mudah. Masih banyak hal yang harus dipelajari dalam bahasa Indonesia. Bagi Nicky antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris itu suatu hal yang ada dalam dirinya. “bahasa Indonesia jiwaku, dan bahasa Inggris adalah tubuhku,” ungkap Nicky.
Tidak hanya berbicara bahasa Inggris saja yang ia sukai, berfoto-foto juga termasuk hal yang ia senangi seperti remaja pada umumnya. Bagi Nicky foto-foto itu merupakan peristiwa yang tidak boleh terlewatkan karena dapat menjadi kenang-kenangan. Seni rupa juga ia senangi dengan mengedit foto-foto agar kelihatan lebih indah dan menarik. Diantara hal-hal yang ia senangi, tetap saja belajar bahasa Inggris yang diutamakan dan dinomor satukan.
Bahasa Inggris itu sangat mudah dan enak jika dilakukan terus-menerus. Jangan pernah merasa malu untuk berbicara bahasa inggris, percaya diri harus ditanamkan agar apa yang dilakukan berjalan dengan baik. Bahasa inggris juga bukan momok yang harus ditakuti, tapi harus disenangi dengan adanya niat untuk belajar dan terus belajar.(Yufi Adelia)





Rabu, 26 September 2012

Asal Usul Kampung Sungai Angus


Konon dulunya hiduplah sepasang suami istri yang tinggal di daerah perdesaan. Tepatnya di Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan. Mereka membangun pondok kecil untuk tempat peristirahatan. Di Pondok itulah mereka bertahan hidup selama bertahun-tahun. Di tempat mereka tinggal terdapat sebuah sungai yang besar dan cukup panjang. Selama mereka tinggal di desa itu bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang berani melewati sungai tersebut. Konon katanya sungai tersebut memiliki penunggunya. Maka itulah orang-orang disekitar tidak berani menyebrangi sungai tersebut. Hanya sepasang suami istri itulah yang memiliki keberanian dan mampu bertahan hidup menyebrangi sungai tersebut.
            Pada suatu hari Pak Kusen dan istrinya pulang dari acara pernikahan yang sangat jauh dari tempat tinggalnya dan menyebrangi sungai tersebut tanpa adanya gangguan. Namun pulang dari sana Pak Kusen menyebrangi sungai tersebut tanpa menunggu istrinya. Setelah Pak Kusen sampai di tepi sungai istrinya memanggil dan berteriak meminta tolong. Ternyata kaki sang istri terjerat dan susah untuk dilepaskan. Pak Kusen memberi tahu kepada istri bahwa ia menginjak lubuk buaya katak. Alangkah senangnya hati Pak Kusen karena istrinya dapat diselamatkan.
            Keesokan harinya kejadian itu terulang kembali. Istri Pak Kusen menginjak kembali lubuk buaya katak tersebut dan tidak dapat diselamatkan lagi. Pak Kusen memanggil masyarakat setempat dan memberi tahu bahwa istrinya telah meninggal dunia. Kejadian tersebut meresahkan masyarakat karena takut terulang kembali kepada siapa saja yang melewati sungai itu. Akhirnya sungai itu di bakar oleh masyarakat dan hal itulah yang menyebabkan kampung tersebut dinamakan Kampung Sungai Angus.

Rabu, 13 Juni 2012

Tugas Press Release


BERITA DARI PT. SIANTUMA
PRESS RELEASE

Banten, 13 Juni 2012
F&N SODA WATER BOTOL
PT.Siantuma menyediakan minuman bentuk baru. Awalnya F&N Soda Water memakai kalengan tetapi kini kami membuat bentuk baru menjadi minuman botolan. Perubahan ini dibuat bertujuan untuk mempermudah konsumen mengkonsumsi minuman produk.
Banyak pandangan-pandangan kesehatan yang menyatakan bahwa minuman berkaleng memiliki efek samping yang berbahaya. Maka dari itu kami dari PT.Siatuma mengubah bentuk produk minuman kaleng menjadi menuman botol. Awal Muzami, Marketing Director PT. Siantuma mengatakan, “Kami mengolah produk minuman dalam perubahan bentuk kaleng menjadi botol agar mempermudah pembeli membawanya. Jika botol minuman bisa ditutup dan tidak khawatir tumpah tetapi kalau kaleng lumayan susah jika udah dibuka mau ditutup kembali.”
F&N Soda Water sebagai minuman yang banyak dikonsumsi konsumen. F&N Soda Water telah terkenal sejak dulu. Penjualan pertama minuman kaleng F&N Soda Water ini sejak tahun 1980. PT. Siantuma tidak hanya mengeluarkan minuman botol F&N Soda Water saja tetapi juga mengeluarkan rasa baru.
PT.Siantuma adalah perusahaan yang berdiri selama 32 tahun dan  perusahaan ini telah memiliki anak perusahaan. Perusahaan yang telah lama berdiri memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan banyak pihak, maka dari itu PT.Siantuma terkenal dan lebih banyak diketahui masyarkat luas.

ENDS
Yufi Adelia, Press Officer
PT.Siantuma
08122345697

Rabu, 30 Mei 2012

Narasi dan Deskripsi


Narasi.

                   Bangunkan Melayu Dari Tidur.
          Pemuda Kepri kini mulai mempelajari irama Gurindam 12 Gubahan Raja Ali Haji. Banyak muda-mudi khususnya anak melayu yang tidak bisa membaca gurindam. Gurindam sudah lama terkenal sejak kerajaan melayu, tetapi masih ada sampai saat ini orang melayu sendiri tidak bisa membaca gurindam. Hal ini menggambarkan bahwa orang melayu tidak terlalu peduli dengan kebudayaannya.
          Pemerintah pada saat ini mengambil tindakan untuk melestarikan budaya melayu karena budaya melayu semakin terkubur. Terkadang pemuda acuh tak acuh terhadap kebudayaannya sendiri. Padahal budaya yang ada di Kepulauan Riau ini adalah budaya melayu. Mau tidak mau dari semua kalangan baik orang tua, pemuda sampai anak-anak harus mengerti bahasa daerahnya sendiri khususnya bahasa melayu. Agar kebudayaan melayu tidak terkubur, maka pemerintah pada saat ini mengadakan suatu kegiatan yang bertemakan Revitalisasi Budaya Melayu. Satu diantaranya adalah Seminar Tradisi Lisan Internasional VIII.

Deskripsi
                   Batu Maut
          Malam yang menemani kegelapan, kalangan pemuda mulai beranjak dari peraduannya. Balapan merupakan kebiasaan yang menyenangkan bagi kalangan pemuda. Adi seorang anak laki-laki sangat menyukai balap. Waktu menunjukkan pukul 23.30 WIB, Adi bersama  teman-teman keluar dari rumah dan berkumpul di tempat biasa mereka berkumpul. Adi mulai mengengkol mesin motornya dan ia mengendarai dengan kecepatan 60 s/d 80 km/jam.
          Balapan telah dimulai, Adi mengendarai Ninja merah dengan memakai pelindung kepala berwarna hitam serta menggunakan sarung tangan kulit yang ia beli di Negeri Kincir Angin sewaktu liburan musim dingin yang lalu. Dengan penuh semangat dan keyakinan bahwa ia akan memenangkan pertandingan itu. Tanpa disadari Adi menabrak sebuah batu disaat ia memotong temannya. Pada saat itulah Adi jatuh terguling-guling jauh dari kendaraan yang dipakainya. Kaki dan tangan Adi patah, cucuran darah melengkapi kecelakaan itu.

Rabu, 02 Mei 2012

PENDIDIK SEBAGAI CAKRAWALA SISWA


 Tingkah laku pendidik tentu menjadi panutan bagi siswa. Menjadi cerminan harus lah menunjukkan prilaku yang sesuai dengan profesi seseorang. Bukan hanya di lingkungan sekolah saja tetapi di luar jam kerja pun harus menunjukkan prilaku yang  baik.
        Guru mempunyai peranan penting bagi siswa. Sebagai guru bukan hanya membagi ilmu yang dimiliki untuk siswanya saja tetapi seorang guru harus menanamkan sifat sebagai orangtua yang mendidik anak untuk menciptakan sifat dan prilaku yang terdidik. Membangun sebuah keluarga yang harmonis dalam lingkungan sekolah sangat penting bagi seorang guru.
        Pertanyaan sederhana akan muncul, apakah seorang guru harus memiliki sikap kewibawaan? Jawabannya tentu saja iya. Karena setiap guru telah dibekalkan dan memang dituntut menjadi seorang yang dapat mentransferkan ilmu dan ilmu tersebut berguna untuk bekal di hari depan.
        Guru yang dilantunkan di dalam lagu “Hymne Guru” dahulunya guru adalah Patriot Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tetapi lagu tersebut telah direvisi menjadi Pembangun Insan Cendekia. Dari perubahan lirik tersebut telah menunjukkan bahwa guru adalah orang yang cerdas, cerdik bahkan guru sebagai orang yang intelektual.
        Timbul pertanyaan lagi, apakah guru tidak boleh melakukan sesuatu yang sama seperti orang-orang di luar sana? Jawabannya tentu saja tidak. Karena guru juga manusia. Guru juga membutuhkan waktu, kesenangan dan kepriadian yang dapat membuat diri senang. Tetapi tidak seharusnya juga guru atau pendidik menjatuhkan cerminannya sendiri di lingkungan selain sekolah. Contohnya saja para pendidik melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Penulis akan mengkerutkan lagi permasalahan pendidik yang tidak menjaga penampilan lalu berdampak bagi siswa yang melihat. Beredarnya kasus seorang guru yang bermain dengan siswanya itu sangat berpengaruh kepada pemikiran siswa. Guru saja sebagai pendidik melakukan hal itu, apalagi siswa. Kata tersebut selalu terdengar bagai nyanyian melodi dalam lingkungan.
        Sifat tidak menjawab sapaan seorang siswa juga akan berdampak. Ketidakramahan seorang pendidik yang tidak mau merespon sapaan dan tidak memperdulikan sapaan siswa tersebut serta acuh tak acuh kepada siswa. Siswa dapat memilih sifat dendam terhadap guru tersebut.
        Guru dikenal sebagai panutan dan sebagai contoh bagi anak didiknya. Apabila guru melakukan A maka siswa juga melakukan hal yang sama. Karena seorang pendidik adalah panutan cahaya yang diikuti oleh bayangan. Bayangan akan mengikuti gerakan apa saja yang dilakukan. Bayangan yang dimaksud adalah siswa atau anak didik.
        Jadilah seorang guru yang pandai mengajar dan dapat mendidik siswanya. Jangan hanya mengatakan sesuatu yang sifatnya mendidik saja, tetapi dapat menerapkan dan bertanggung jawab dengan apa yang telah diucapkan. Jadilah seorang pendidik yang disenangi siswa dan selalu memberikan panutan terbaik untuk semua. Baik untuk siswa, masyarakat maupun bangsa.

Rabu, 04 April 2012

Tidak Semulus Jalan Tol


15 Maret 1965, terlahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Zainuddin. Ia adalah anak tunggal dari pasangan Nurlis dan Jahriyah. Hidup dengan segala keterbatasan membuat ia hanya mampu menyelesaikan pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di SDN 013 Desa Malang Rapat.

Hidup dalam keterimpitan ekonomi tidak membuat ia patah semangat dan terbuai dalam kemiskinan yang menggerogoti nasib keluarganya. Rasa ingin melepaskan diri dari keterimpitan ekonomi membuat ia lebih bersemangat dalam meraih masa depan. Dengan keyakinan bahwa tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, jika seseorang tidak mengubahnya sendiri.

Mengingat ia adalah anak tunggal dari keluarganya, membuat ia merasa berkewajiban untuk membantu ayahnya, Untuk mencukupi kebutuhan harian keluarganya. Hari-harinya dihabiskan untuk membantu ayahnya pergi ke laut untuk menangkap ikan yang nantinya akan di jual dan menghasilkan uang. Uang yang dihasilkannya untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Hidup sebagai seorang nelayan bukan lah suatu yang di inginkan Zainuddin. Tetapi ia berkeinginan untuk menjadi seorang guru. Melihat adanya kesempatan untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang guru membuat ia berani melamar kerja di SDN 013 yang dahulunya merupakan tempat ia menuntut ilmu.

Peluang semakin terbuka lebar mengingat kurangnya Staf Pengajar di sekolah tempat ia bekerja. Dengan keyakinan diri bahwa dia mampu untuk menjadi seorang guru membuat ia berani untuk menemui Kepala Sekolah tempat ia bekerja. Ketekunan, kemampuan dan kepandaiannya menimbulkan rasa percaya diri Kepala Sekolah sehingga tidak ragu lagi untuk mengangkat Zainuddin menjadi seorang Staf Pengajar.

Bukan hanya kemampuan akademik saja yang dimiliki Zainuddin, tetapi ia juga memiliki kemampuan lain yang di dapatnya secara otodidak. Salah satu keahliannya yaitu kemahiran dalam bidang elektronik. Masyarakat sekitar senang akan keramahan Zainuddin dan masyarakat selalu membutuhkan ia jika adanya kerusakan-kerusakan dalam bidang elektronik. Masyarakat telah mempercayai Zainuddin.

Zainuddin tidak hanya bekerja di Tata Usaha SDN 013 Desa Malang Rapat saja, tetapi Zainuddin memiliki pekerjaan sampingan. Dan kerja sampingan ini dengan kelebihan yang di milikinya.

Kesusahan dan keterbatasan bukanlah merupakan suatu hambatan dalam mencapai kesuksesan karena kesusahan dan hambatan itu merupakan sesuatu yang dapat merubah keadaan jika seseorang mampu bertahan pada tujuan yang ingin dicapainya. Dan bekerjalah dalam bidang yang disukai dan disenangi. Karena pekerjaan yang kita sukai dan melakukannya dengan ikhlas maka akan mendapat kesenangan tersendiri dan kepuasan dalam melakukan suatu pekerjaan.